Kamis, 27 Maret 2014

Kondisikan Kebiasaanmu


jasakurirbandung- Hampir sebulan tidak ngblog nih. Sambil nyruput kopi sedikit-sedikit mengetik artikel. Biasa artikel ini juga bukan murni pemikiran saya, hanya menyalin saja :). Kan memang dalam hidup ini seperti itu, kita hanya sebagai distributor saja. Mempunyai ilmu atau harta maka berkewajiban untuk mendistribusikan, jangan sampai dipendam. Sebab bisa jadi kita belum bisa mengimplementasikan ilmu kita tapi setelah kita transfer kepada orang lain, ilmu tersebut lebih berguna dan mampu dia implementasikan. Semoga apa yang saya ketik ini bermanfaat bagi Anda....

Saya kira diantara kita pernah melihat sirkus, baik secara langsung atau pun menonton di televisi. Yang akan sedikit saya bahas disini adalah sebagian besar 'personel' sirkus adalah seekor hewan. Tingkah mereka (para hewan ini) bisa dikategorikan aneh-aneh, karena sebagai bangsa hewan mereka dapat menirukan tingkah manusia. Ada gajah yang melompat, burung berhitung, burung menjadi kurir barang, simpanse yang bisa kungfu, lumba-lumba yang jenius, dan singa yang berani melompati api dan menari.
Mereka tidak mempunyai akal seperti manusia dan terlahir seperti itu. Pertanyaannya adalah, bagaimana hewan-hewan ini dapat bertingkah seperti ini???

Ternyata mereka sudah dilatih dan dibiasakan untuk melakukan gerakan-gerakan 'aneh' ini oleh pawangnya.

jasakurirbandung terpercaya
Percobaan Plavov
Percobaan Pavlov, dalam percobaan ini seekor anjing di latih dengan metode pengkondisian. Awalnya Pavlov mengetahui bahwa anjing akan mengeluarkan air liurnya sebagai refleks saat lidahnya menyentuh makanan. Pavlov meneliti lebih jauh dengan cara menstimulus anjing dengan menggunakan bunyi bel sebelum memberikan makanan bagi anjing. Tidak berapa lama, cukup dengan membunyikan bel saja, maka secara refleks anjing akan mengeluarkan liur. Hal ini terjadi karena dalam kurun waktu tertentu anjing sudah mempunyai kebiasaan bahwa 'bel samadengan makanan samadengan liur'. Pengembangan uji coba ini, Pavlov memberikan stimulus yang berbeda, yaitu dengan musik dan lampu. Hasilnya ternyata sama dengan menggunakan bel. Akhirnya Pavlov menyimpulkan bahwa gerak refleks bisa dikondisikan atau dibiasakan pada hewan.

Di sekitar kita, terutama di kota Bandung hampir disetiap perempatan lampu merah ada topeng monyet. Lihatlah betapa seekor monyet bisa melakukan gerakan-gerakan manusia, mulai dari sujud, naik sepeda mini, menari, naik egrang, dll. 

Begitulah, hewan-hewan yang tidak memiliki akal saja bisa dibentuk tingkah lakunya. Bukan karena cerdas, namun karena 'dibiasakan'. Apalagi manusia yang mempunyai akal yang sempurna, maka sangat tidak mustahil membentuk kebiasaan atau habits yang lebih baik.

Biasanya kita sudah berfikiran 'tidak bisa' ketika sudah melakukan berkali-kali dan bersungguh-sungguh tetapi belum menguasai keahlian tertentu. Bukan berarti kita tidak bisa. Ada dua penyebabnya. Sebab pertama, repetisinya kurang banyak, atau kurang dalam latihan dan mengulangnya. Sebab kedua, ada beberapa saraf yang putus pada otak kita (atau dengan kata lain kita idiot).

Saya yakin Anda dan saya bukan termasuk yang kedua. Jadi ketidakmampuan kita terjadi karena kita kurang terbiasa. Solusinya? tambah repetisi; mengulang dan mengulang sampai kita ahli. 

admin jasakurirbandung - (disarikan dari berbagai buku)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar