Jumat, 02 Mei 2014

Jasa Kurir Bandung - 0821 2686 2689

jasa kurir bandung
Call JasaKurirBandung


Kami melayani pengantaran di area dalam kota Bandung. Baik berupa dokumen, barang, makanan, dan lain sebagainya. Bila dokumen Anda tertinggal di rumah / di kantor dan Anda tidak dapat mengambilnya sendiri maka serahkan kepada kami. Kami siap membantu Anda mengambil dan mengantarkan dokumen Anda. Dokumen Anda bagian dari masa depan Anda dan keluarga.

Silahkan hubungi kami JasaKurirBandung 022-61717179 - 0821 2686 2689

Rabu, 09 April 2014

Fenomena Coblosan - Jasa Kurir Bandung

kurir cepat bandung

Hari ini 9 April 2014 seluruh warga negara Indonesia yang ada di belahan penjuru dunia menggunakan hak pilihnya dalam rangka pemilu. Biasa, sebelum diadakan pemilu suhu politik memanas dari tingkat elit politik sampai elit kampung. Memperjuangkan pilihannya masing-masing. terkadang satu keluarga samapai tidak bertegur sapa. Suaminya pilih partai atau caleg 'A' sedangkan istrinya lebih sreg dengan parta atau caleg 'B'. 

Tetapi, (mungkin) sore hari setelah melakukan pencoblosan suasana (terutama dikampung) mulai adem lagi. Yang tadinya bersitegang satu sama lain sudah mulai cair, mungkin karena hajat dan pilihannya sudah tersalurkan. Tinggal memikirkan bagaimana mereka hidup esok hari :). Lain lagi pada tingkat elit kemungkinan situasi masih memanas. Terutama para caeg mulai was-was, ketar-ketir, atau stress. Berfikir keras, bagaimana kalau nanti tidak jadi aleg. Sudah banyak biaya yang dikeluarkan untuk modal sosialisasi, mahar partai, koordinasi sana-sini. Sampai-sampai beberapa rumah sakit sudah menyiapkan ruang perawatan khusus bagi caleg gagal yang kemudian stres. (Semoga ruang perawatannya tetap kosong alias sepi peminat :D  ).

Kenyataan yang ada saat ini, dari hasil pemilu tahun-tahun yang lalu. Rakyat cukup dibuat jengkel dengan caleg yang banyak mengingkari janji-janji waktu kampanye (mungkin hampir semua caleg). Setelah mendapatkan kursi empuk di legislatif semua buyar deh... . Dari 100 aspirasi rakyat yang diberikan hanya 1 atau 4 aspirasi yang diperjuangkan (mungkin tepatnya ; disampaikan di rapat). pemilih tidak bisa mengevaluasi kerja anggota legislatif pilihannya. Dan yang lebih menyakitkan lagi dia dapat nyaleg lagi pada pemilu berikutnya. mhhhhhheehsh.

Itulah secuil potret fenomena pemilu di indonesia. Semoga kita bukan termasuk orang-orang yang merugi.
-----------------------------------

Mencari kurir di kota Bandung yang cepat, terpercaya dan tidak ribet ? Silahkan telepon kami :

Taji Kurir
022 - 61717179




-------------------------------------


Kamis, 27 Maret 2014

Kondisikan Kebiasaanmu


jasakurirbandung- Hampir sebulan tidak ngblog nih. Sambil nyruput kopi sedikit-sedikit mengetik artikel. Biasa artikel ini juga bukan murni pemikiran saya, hanya menyalin saja :). Kan memang dalam hidup ini seperti itu, kita hanya sebagai distributor saja. Mempunyai ilmu atau harta maka berkewajiban untuk mendistribusikan, jangan sampai dipendam. Sebab bisa jadi kita belum bisa mengimplementasikan ilmu kita tapi setelah kita transfer kepada orang lain, ilmu tersebut lebih berguna dan mampu dia implementasikan. Semoga apa yang saya ketik ini bermanfaat bagi Anda....

Saya kira diantara kita pernah melihat sirkus, baik secara langsung atau pun menonton di televisi. Yang akan sedikit saya bahas disini adalah sebagian besar 'personel' sirkus adalah seekor hewan. Tingkah mereka (para hewan ini) bisa dikategorikan aneh-aneh, karena sebagai bangsa hewan mereka dapat menirukan tingkah manusia. Ada gajah yang melompat, burung berhitung, burung menjadi kurir barang, simpanse yang bisa kungfu, lumba-lumba yang jenius, dan singa yang berani melompati api dan menari.
Mereka tidak mempunyai akal seperti manusia dan terlahir seperti itu. Pertanyaannya adalah, bagaimana hewan-hewan ini dapat bertingkah seperti ini???

Ternyata mereka sudah dilatih dan dibiasakan untuk melakukan gerakan-gerakan 'aneh' ini oleh pawangnya.

jasakurirbandung terpercaya
Percobaan Plavov
Percobaan Pavlov, dalam percobaan ini seekor anjing di latih dengan metode pengkondisian. Awalnya Pavlov mengetahui bahwa anjing akan mengeluarkan air liurnya sebagai refleks saat lidahnya menyentuh makanan. Pavlov meneliti lebih jauh dengan cara menstimulus anjing dengan menggunakan bunyi bel sebelum memberikan makanan bagi anjing. Tidak berapa lama, cukup dengan membunyikan bel saja, maka secara refleks anjing akan mengeluarkan liur. Hal ini terjadi karena dalam kurun waktu tertentu anjing sudah mempunyai kebiasaan bahwa 'bel samadengan makanan samadengan liur'. Pengembangan uji coba ini, Pavlov memberikan stimulus yang berbeda, yaitu dengan musik dan lampu. Hasilnya ternyata sama dengan menggunakan bel. Akhirnya Pavlov menyimpulkan bahwa gerak refleks bisa dikondisikan atau dibiasakan pada hewan.

Di sekitar kita, terutama di kota Bandung hampir disetiap perempatan lampu merah ada topeng monyet. Lihatlah betapa seekor monyet bisa melakukan gerakan-gerakan manusia, mulai dari sujud, naik sepeda mini, menari, naik egrang, dll. 

Begitulah, hewan-hewan yang tidak memiliki akal saja bisa dibentuk tingkah lakunya. Bukan karena cerdas, namun karena 'dibiasakan'. Apalagi manusia yang mempunyai akal yang sempurna, maka sangat tidak mustahil membentuk kebiasaan atau habits yang lebih baik.

Biasanya kita sudah berfikiran 'tidak bisa' ketika sudah melakukan berkali-kali dan bersungguh-sungguh tetapi belum menguasai keahlian tertentu. Bukan berarti kita tidak bisa. Ada dua penyebabnya. Sebab pertama, repetisinya kurang banyak, atau kurang dalam latihan dan mengulangnya. Sebab kedua, ada beberapa saraf yang putus pada otak kita (atau dengan kata lain kita idiot).

Saya yakin Anda dan saya bukan termasuk yang kedua. Jadi ketidakmampuan kita terjadi karena kita kurang terbiasa. Solusinya? tambah repetisi; mengulang dan mengulang sampai kita ahli. 

admin jasakurirbandung - (disarikan dari berbagai buku)



Minggu, 09 Maret 2014

Keluarga Kaya Hati

kurir bandung keluarga bahagia


jasakurirbandung - Dalam sebuah keluarga setiap anggota keluarga mempunyai peran tersendiri, seorang suami baik sebagai seorang suami atau sebagai seorang ayah, istri berperan sebagai istri dan sebagai ibu, dan anak-anak mereka dapat berperan sebagai seorang anak dan sebagai individu. Ketika awal berumah tangga banyak dari pasangan yang menikah belum mengetahui apa peranan dirinya masing-masing nanti ketika sudah menjadi anggota rumah tanggga.

Pria dan wanita, masing-masing akan ada harganya kalau memiliki ciri yang seharusnya, sesuai dengan fitrahnya masing-masing. Semakin sempurna karakter sebagai laki-laki dipenuhi, maka dia akan semakin berharga. Demikian pula seorang wanita, kalau ingin benar-benar mulia dan berharga, maka ia harus mencoba menyempurnakan perannya sebagai wanita.
Karakter antar laki-laki dan wanita yang berbeda ini mengharuskan laki-laki dan wanita berbagi dan bersinergi untuk menciptakan sebuah rumah tangga yang ideal. Dalam Islam mempunyai konsep yang jelas dan seimbang  mendistribusikan tugas-tugas kemanusiaan. Allah tidak akan membebankan tugas kepada seseorang melebihi kemampuannya.

Peran Suami Dalam Keluarga

1. Sebagai Pemimpin Rumah Tangga
Dalam hal ini suami harus mampu menjaga sikapnya, jangan sampai bertindak melampaui batas. Jangan merendahkan anggota keluarga sebab tanpa anggota keluarga, dia tidak akan menjadi pemimpin dalam rumah tangga.

2. Pelindung keluarga
Sebagai tulangpunggung keluarga, bisa diibaratkan seorang nahkoda kapal dilaut, yang harus mampu mengendalaikan dan mengelola bahtera rumah tangga dalam mengarungi badai kehidupan. Maka seorang suami harus bisa menyelamatkan istri, anak dan anggota keluarga yang lain dari hal-hal yang dapat merusak kehidupannya.

3. Mencari rizki yang halal bagi keluarga
Tidak hanya ditutut bekerja keras, bantung tulang dan berpeluh untuk mencari nafkah, tetapi dituntut juga untuk mencari riski dengan cara yang halal dan berkah. Setiap apa yang diberikan kepada keluarga akan beakibat terhadap keluarga. Apabila yang diberikan nafkah dari hasil yang haram maka akan berakibat buruk juga terhadap keluarganya.

4. Mendidik keluarga
Dalam mendidik keluarga dibutuhkan pandangan yang jauh ke depan (visioner) maka seorang suami harus mempunyai ilmu yang cukup dan dapat mencontohkannya untuk anggota keluarga. Anak-anak yang merupakan amanah yang diberikan oleh Allah wajib dididik orang tuanya dengan pendidikan yang benar sehingga nantinya dapat mandiri menjadi manusia yang sempurna.

5. Dapat menggali potensi keluarga
Suami  juga harus dapat menggali potensi yang dimiliki oleh setiap anggota keluarga. Potensi-potensi yang dimiliki oleh setiap anggota keluarga akan menjadi kekuatan dalam keluarga apabila dpat bersinergi dengan baik. Suami bukan dictator yang mana semua perintahnya harus dijalankan tanpa mau menerima masukan dari anggota keluarganya.

Peran Istri Dalam Keluarga

1. Menjadikan rumah, surga bagi keluarga.
Seorang istri harus dapat menjadikan rumahnya bagaikan surge meski hanya tinggal di rumah kontrakan yang kecil. Ketika suami pulang bekerja dalam keadaan letih, maka istri harus menyambut denbgan suasana rumah yang nyaman dan wajah yang ceria dan penuh pesona. Sehingga dapat menjadi penyejuk hati bagi suami dan anggota keluarga yang lain.

2. Sebagai tempat curhat suami dan anggota keluarga
Ketika suami mendapatkan kesulitan ditempat kerja atau mengalami jalan buntu maka istri dapat mendengarkan curhatan suami. Istri dapat menghargai suami dan memberika  motivasi untuk terus berjuang. Jangan sampai istri mencaci suami dan merendahkannya, jangan sampai ikut mengeluh kepada suami yang sedang mengalami kesulitan. ‘
Semua ini hanya dapat dilakukan oleh seorang istri yang memiliki kekuatan iman dan keikhlasan hati serta menahan diri dari hawa nafsu.

3. Siap melahirkan anak
Perlu disadari oleh seorang istri bahwa anak merupakan ivestasi bagi orang tua di dunia dan akhirat. Doa anak akan mengangkat derajat orang tua di hadapan Allah SWT. Doa anak dapat menyelamatkan orang tua dari siksa kubur dan api neraka, subhanallah. Maka seorang istri harus ikhlas ketika mengandung anak, berdoa untuk keselamatan dan kesholihan anak kelak, dan melahirkan anak-anaknya. Yang tak kalah pentingnya adalah bagaimana seorang ibu rela ikhlas menyusui bayinya sampai umur yang telah ditentukan olleh Islam dan kesehatan.

4. Mendidik anak-anak
Allah membebankan pendidikan anak-anak kepada orang tuanya, hal ini dapat dilihat pada QS At Tahrim :6, secara eksplisit Allah memerintahkan kepada orang tua untuk memelihara diri dan keluarga dari api neraka. Peran seorang ibu dalam mendidik anak-anak sangat besar, tidak hanya memberikan ilmu tetapi juga mencontohkan perilaku yang mulai kepada anak-anak. 
Karena anak-anak akan copy paste apa yang dia lihat dan apa yang dia dengar. Apabila seorang ibu yang menjadi teman sehari-hari mempunyai perkataan dan perilaku yang buruk maka anak-anak akan menirunya. Sangat sayang sekali apabila anak-anak kita tumbuh menjadi anak-anak yang tidak seperti yang diharapkan karena perilaku ibunya.

Sebagai akhir dari tulisan ini, akan lebih baik sekali lagi kita renungkan satu ayat Al Qur’an yaitu Qur’an Surat At Tahrim (66) ayat 6 :
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari apai neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkannya kepada mereka. Dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkannya “.

Semoga bermanfaat… J

[admin jasakurirbandung.blogspot.com - di sarikan dari berbagai buku]

Kamis, 27 Februari 2014

Habits will serve you II


jasa kurir bandung surabaya ekspedisi
mengulang gerakan beladiri menghasilkan refleks


jasa kurir bandung - Kisah Abdurrahman Bin Auf ini seolah menyampaikan pesan kepada kita bahwa orang yang sudah terbiasa kaya akan susah jadi miskin :D :D :D  
Tahu sebabnya ?

Beliau sudah mengetahui bahkan hafal seluk beluk tatacara perdagangan, mulai dari sikap mental pengusaha, siapa supplier, kondisi pasar, masalah differensiasi, network, dan teknik berdagang yang lain, sehingga dalam waktu singkat telah menjadi orang kaya di Madinah. Sekali lagi beliau sudah hafal kunci-kuncinya sehingga dengan mudah dapat menguasai perdagangan.

Bukan kondisi awal yang penting tetapi habits atau kebiasaan apa yang kita lakukan. Abdurrahman Bin Auf telah melatih habits berdagang jauh sebelum hijrah ke Madinah. Kemampuan menangkap peluang bisnis sangat luar biasa. Simaklah perkataannya "Setiap kali aku memungut sebuah batu, maka aku berharap bisa menemukan emas atau perak". 

Saat ini, banyak orang yang mementingkan kondisi awal dibandingkan habits yang dilakukan. Kita mengeluh bahwa kita adalah 'korban sistem', terlahir yatim piatu, tidak punya modal usaha, tidak punya keahlian, dan yang paling memprihatinkan berharap tawaran 'separuh harta orang yang paling kaya sekaligus salah seorang istrinya yang tercantik' (wkwkwkwk...).

Perlu disadari bahwa habitslah yang membuat selalu gagal. Yaitu habits yang memposisikan diri sebagai korban, selalu mengeluh dan bermental pengemis. 

'Tawaran - tawaran yang menggiurkan' akan datang kepada orang - orang yang bermental sebagaimana Abdurrahman Bin Auf (dalam berbagai bidang tentunya).
Bagaimana mungkin hanya menginginkan 'tawaran' seperti yang pernah dialami Abdurrahman Bin Auf namun tidak ingin melakukan habits atau kebiasaan seperti Abdurrahman Bin Auf ?

Tapi Saya Takut Kalau Gagal

Sering kita jumpai orang yang mundur duluan sebelum melakukan sesuatu, atau sebelum memulai sebuah habit. Pertanyaannya 'apakah Abdurrahman Bin Auf tidak pernah gagal dalam berdagang ?'. 
Memang saya belum menemukan riwayat yang menceritakan kegagalan beliau dalam berdagang. Tetapi saya kira suatu keniscayaan dari proses yang begitu panjang dan begitu lama dalam dunia perdagangan, ada saja kegagalan yang menimpanya, terutama saat awal-awal berdagang.

Masih ingat dengan thomas alfa edison ? penemu lampu pijar. Banyak versi yang menyebutkan berapa kali Thomas Alva Edison gagal dalam percobaan menciptakan lampu pertama. Ada yang menyebutkan dia gagal sampai 2.000 kali, ada juga yang bilang dia gagal 10.000 kali. Tidak peduli berapa kali kegagalannya, pada intinya dia mengalami banyak kegagalan. 

Suatu waktu, setelah lama melakukan penelitian, tempat penelitiannya terbakar sehingga perangkat dan hasil penelitiannya  habis terbakar.  Sampai istrinya sendiri bicara kepadanya "Sudahlah Mas (Thomas :D), mimpi jangan tinggi-tinggi....". Ternyata dia tidak menyerah dan memulai lagi percobaannya. "Suatu saat, saya akan buat dunia seterang kebakaran ini" ujarnya bersemangat.

Sampai akhirnya dia pun berhasil menemukan lampu pijar yang dapat dinikmati sampai saat ini.

Ketika ditanya, bagaimana dia bisa melakukan sekian banyak percobaan, melalui sekian banyak kegagalan, dan tidak putus asa ? Mas Edison menjawab, "Saya tidak pernah gagal, saya hanya belum berhasil menemukan cara yang tepat untuk menciptakan lampu. Semua itu ada prosesnya, bagian dari perjuangan".

Dapatkah kita memandang sebuah kegagalan seperti yang dilakukan oleh Thomas Alva Edison ? 
Dapatkah kita konsisten memulai dan melakukan kebiasaan-kebiasaan kita seperti Abdurrahman Bin Auf ?
Sebuah saran : "Mulailah habits atau kebiasaan yang membentuk diri Anda sehingga lebih baik dan perbaikilah cara pandang atau pola pikir Anda mengenai kegagalan ".

(admin jasakurirbandung - dari berbagai sumber ; inspirasi & buku - how to master u'r habits - unlimited wealth)




Habits will serve you - I

kurir surabaya terus tumbuh
habits membuat kita terus tumbuh

jasa kurir bandung - Bagi umat Islam dari daftar sahabat yang terkenal salah satunya adalah Abdurrahman Bin Auf. Seorang saudagar kaya raya yang dermawan. Dan yang lebih feomenal lagi beliau termasuk diantara sahabat yang dikabarkan masuk surga Allah ketika beliau masih hidup. 

Kisah menarik ini terjadi ketika sahabat Abdurrahman Bin Auf berhijrah dari Mekkah ke Madinah sebagaimana sahabat-sahabat yang lain. Sebagaimana sahabat lainnya beliau meninggalkan seluruh hartanya di Mekkah dan bahkan istrinya, beliau lebih memilih mengikuti Rosulullah. Sesampainya di Madinah, Rosulullah mempersaudarakannya dengan Sa'ad bin Rabi' Al-Anshari, saudagar paling kaya di Madinah. Saking bahagianya dipersaudarakan dengan sahabat Rosulullah, Sa'ad berucap kepada Abdurrahman bin Auf : 
"Wahai saudaraku, aku adalah penduduk Madinah yang paling banyak harta, pilihlah separuh hartaku dan ambillah. Aku juga mempunyai dua istri, lihatlah salah satunya yang mana yang menarik hatimu sehingga aku bisa mentalaknya untukmu".

Coba bayangkan apa jawaban kita kalau kita mendapatkan tawaran seperti ini :D ? 
Tapi bagaimana jawaban Abdurrahman Bin Auf ? 
Begini jawabannya :
"Semoga Allah memberkahi keluarga dan hartamu, tidaklah aku memerlukan semua itu. Akan tetapi, tolong tunjukan saja dimana pasar padaku, agar aku dapat berdagang disana" (Kitab Al-Ishabah 2/26)

Kemudian Sa'ad mengantarkannya ke pasar, Abdurrahman membeli barang-barang kemudian menjualnya lagi, sehingga mendapatkan keuntungan. Dalam riwayat lain dia juga mendatangkan keju dan minyak samin.

Setelah beberapa waktu Rosulullah menanyakan kabarnya, Abdurrahman menjawab bahwa dia telah menikah dengan seorang wanita dengan mahar emas sebesar biji-bijian. Subhanallah...

(admin jasakurirbandung - dari berbagai sumber ; inspirasi & buku - how to master u'r habits)